Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Juli 2013

Mau Tau Kenapa??????

Suatu hari di tengah keramaian malam perkotaan, terjadi sebuah pertengkaran yang sangat panas. Mau tau kenapa??? soal nya perkelahian ini dipicu oleh 2 oknum aparat yang berbeda institusi, aparat KEPOlisian VS aparat TNI. perkelahian ini pun semakin sengit ketika mereka sudah saling serang, adu jotos pun tak terelakkan lagi. Dan kejar-kejaran terjadi hingga mereka berdua tiba di depan pos jaga sebuah perusahaan. Saat semua orang, hanya dapat menonton perkelahian ini, karena tak ada satu pun orang yang berani melerai kedua orang berseragam ini, terlihat sesosok SECURITY yang keluar dari pos jaga nya dan mendekati perkelahian. Orang pun mulai keheranan...
Tiba-tiba....."pluk.....","pluk......".SECURITY itu menampar kedua aparat itu. Semua nya terdiam....dan bertanya-tanya didalam hati. Semua berdecak kagum pada Security tua itu. Dan setelah menampar kedua aparat itu, dia pun menyuruh kedua nya pergi.
Setelah kedua nya telah meninggalkan lokasi perkelahian, orang-orang pun mendekati security itu. Setiba didepan lelaki tua itu, semuanya serempak memuja, "Anda HEBAT", "Anda HEBAT", "Anda HEBAT"......
Tapi lelaki tua itu pun meredam pujaan-pujaan itu, dia berkata "Tenang....tenang...semua itu biasa saja kok.
Salah satu di antara kerumunan bertanya, "Memang bapak ini pake ilmu apa buat menaklukkan  kedua aparat itu?"
Tiba-tiba,"Hahahahahahaha.........",lelaki tua itu tertawa terbahak-bahak.
Semua orang pun bertambah penasaran. MAU TAU KENAPA??????
Semua nya terdiam.... semua menanti jawaban dari security ini.

SECURITY: Mau tau kenapa saya berani menampar kedua aparat itu????
MASSA: Semua kompak,"Iya,,,,iya,,,,iya,,,iya,,,,"
SECURITY: Itu karena kedua aparat tadi itu adalah.......ANAK SAYA sendiri.
                     lanjut nya dengan tertawa terbahak-bahak, "Hahahahahaha.........."
Dalam ledakan tawa nya itu, semua orang pun bergerak meninggalkannya dengan keadaan kecewa.
HAHAHAHAHAHA.......dan penulis pun tertawa menulis cerita ini.


Note: "Masih banyak sisi dalam kehidupan ini yang mesti nya ditanggapi dengan tawa, bukan dengan emosi. Azwan"

Rabu, 12 September 2012

Jam Negara Indonesia

Di depan gerbang surga, banyak manusia yg mengantri untuk diadili oleh Tuhan..
Sambil mengantri, manusia yg baru pertama kali ke depan gerbang surga itu pun takjub, melihat di tembok gerbang surga terdapat JAM dan label negara-negara di dunia..
Tapi ada yg aneh dari jam tersebut, setiap negara mempunyai kecepatan putaran yg berbeda dengan jam negara lainnya..
Melihat hal yg unik itu, salah seorang dari mereka bertanya,
Orang Filipina : "Malaikat, knapa tuh kok jamnya beda-beda muternya?"
Malaikat : "Oh kecepatan putaran itu bedasarkan tingkat korupsi negara anda, semakin cepat berarti semakin besar tingkat korupsi di negara anda"
Orang Filipina : "Ooohhh begitu... (sambil berbisik ke yg lain) emang bener kata orang, si Estrada korupnya gila-gilaan.. Tuh jam jadi bukti.."
Orang Thailand : "Wah brengsek ! Ternyata Somchai Wongsawat juga korupsi ! Pantes negara gue miskin!!"
Orang Singapore : "Hahahah jam negara gw Slow bgt tuh..Kebukti negara gw bersih dari yg namanya Korupsi... Hahahaha"
Orang Indonesia : (melihat sekeliling, ga menemukan jam negaranya). Lalu dia pun bertanya, "Malaikat, kenapa jam negara saya ga adaaaa ???? Saya tdk melihat adanya jam negara sayaaa..."
Malaikat : "Maaf, anda dari negara mana?"
Orang Indonesia : "Indonesia"
Malaikat : "Sebelumnya saya minta maaf atas ketidaksopanan ini. Coba lihat kesana.. Jam negara Anda kami pakai sebagai kipas angin.."

Baca Pula :
Sandal Kulit Sang Raja
Permen Mint Isi Coklat
Karyawan Minta Kenaikan Gaji
Perjumpaan dengan Perpisahan
tuhan Ke2

Kamis, 26 Juli 2012

Sandal Kulit Sang Raja

Seorang Maharaja akan berkeliling negeri untuk melihat keadaan rakyatnya, ia memutuskan untuk berjalan kaki saja. Baru beberapa meter berjalan di luar istana kakinya terluka karena terantuk batu. Ia berpikir, “Ternyata jalan jalan di negeriku ini jelek sekali. Aku harus memperbaikinya.”
Maharaja lalu memanggil seluruh menteri istana, ia memerintahkan untuk melapisi seluruh jalan-jalan di negerinya dengan kulit sapi yang terbaik. Segera saja para menteri istana melakukan persiapan-persiapan. Mereka mengumpulkan sapi-sapi dari seluruh negeri.
Di tengah-tengah kesibukan yang luar biasa itu, datanglah seorang pertapa menghadap Maharaja, ia berkata pada Maharaja, “Wahai Paduka, mengapa Paduka hendak membuat sekian banyak kulit sapi untuk melapisi jalan-jalan di negeri ini, padahal sesungguhnya yang Paduka perlukan hanyalah dua potong kulit sapi untuk melapisi telapak kaki Paduka Saja.”
Konon sejak itulah dunia menemukan kulit pelapis telapak kaki yang kita sebut “Sandal”
Renungan :
Ada pelajaran berharga dari cerita ini. Untuk membuat dunia menjadi tempat yang nyaman untuk hidup, kadangkala kita harus mengubah cara pandang kita, hati kita dan diri kita sendiri, dan bukan dengan jalan mengubah dunia ini.
Karena kita seringkali keliru dalam menafsirkan dunia. Dunia, dalam pikirian kita kadang hanyalah suatu bentuk personal. Dunia, kita artikan sebagai milik kita sendiri yang pemainnya adalah kita sendir. Tak ada orang lain yang terlibat disana, sebab seringkali dalam pandangan kita, dunia adalah bayangan kita sendiri.
Ya, memang jalan kehidupan yang kita tempuh masih terjal dan berbatu. Manakah yang kita pilih, melapisi setiap jalan itu dengan permadani berbulu agar kita tak pernah merasakan sakit atau melapisi hati kita dengan kulit pelapis, agar kita dapat bertahan melalui jalan-jalan itu?
Pepatah Bijak :
Alam memberi kita satu lidah, akan tetapi member kita dua telinga, agar supaya kita dua kali lebih banyak mendengar daripada berbicara.

Oleh : 
Mubdy A.Muh.Azis I Ass. Quality & Quantity
PT. Pertamina ( persero)
Terminal BBM Palopo
Jl.Pantai Ds.Karang Karangan Kec.Bua Kab.Luwu - Sul Sel
T +62 471 21330
F +62 471 22646
E-mail : mubdyandi.ma@pertamina.com


Baca Pula :

Permen Mint Isi Coklat
Karyawan Minta Kenaikan Gaji
Perjumpaan dengan Perpisahan
tuhan Ke2
Hijrah






Minggu, 15 April 2012

Permen Mint Isi Coklat


Mata ini tak mampu terpejam malam tadi hingga pagi ini pun terasa sangat melelahkan buatku...
Pagi pertama ditanah yang baru.entah telah berapa jenis tanah yang telah kupijaki dibelahan bumi ini. Wajahnya serupa namun tak sama. Mungkin ini salah satu kedahsyatan kuasa Tuhan.
Begitu juga kita. Berjuta watak makhluk yang bernama "Manusia" ini,tapi tak ada satu pun yang sama.dan dalam perbedaan itu,mereka dengan bangga menggolongkan dirinya dalam golongan yang sama, "Manusia". Aneh...entah apa kriteria mereka itu?
Tanah ini begitu kaya. Didalamnya terisi sebuah batuan yang menjadi rebutan buat kaum kapitalis. Demi mendapatkannya, banyak yang rela mengorbankan jiwa orang lain,menjual hak milik orang lain, menipu...juga membunuh. Itukah "Manusia"?
Sejuk, tentram, lega, bangga, namun awam. Lagi-lagi saya mengaktualkan risalah seorang pesuluk, "Hijrah". Hari ini kakiku menapaki bagian lain dari pulau Borneo. Kutai...disini, terekam sejarah jaya sebuah kerajaan hindu. Kerajaan yang punya peran penting dalam penyebaran agama hindu di negri ini. Tapi Kini,kerajaan itu telah berubah menjadi kerajaan tambang batu bara. Eksotisme hutan hijau kalimantan  yang telah lama mengubur "Emas Hitam" ini kini telah gundul dibabati Buldozer-buldozer para penambang. Yang lebih menyedihkan lagi, kita hanya menjadi buruh buat pihak asing yang mengeruk tanah kita ini. Negri ini memang kaya SDA namun miskin SDM. Anak negri yang bisa mengambil hasil dari kekayaan itu hanya segelintir saja. Itupun hanya para petinggi-petinggi kita yang rela menipu rakyatnya sendiri. Alangkah tak sadarnya ia, sebenarnya iapun telah dittipu oleh pihak asing.
Mungkin karena aku terlalu sering menghujat realitas ini, maka Tuhan pun menjerumuskan aku kesini. Menjadi buruh buat pihak asing. Hehehe....(aku menertawai diriku sendiri).
Ini hanyalah curahan perasaanku,tidak ku sangka saya bisa berada disini. Telah lama aku berjalan dalam khayalku, kini khayal itupun menjadi cerita pengalamanku.
Dalam kebahagiaan terpendam inilah,muncul semangat belajar dan bekerja yang sangat kuat,hingga kadang raga ini tak sanggup untuk membendungnya. Terlalu banyak hal yang ingin aku luapkan disini tapi belum ada daya untuk melakukan itu semua. Lelah memang selalu menghadang tapi itu buka rintangan buatku,semua hanya masalah waktu. Rintangan ini  bak permen mint isi coklat. Kulitnya terasa pedih namun isinya terasa manis. Ini adalah pengalaman manisku.

Baca pula:

Sabtu, 31 Maret 2012

Karyawan Minta Kenaikan Gaji


Seorang karyawan meminta kenaikan gaji kepada Direktur perusahaannya.

“Apa?” kata direktur itu, “Naik gaji? Engkau tak bekerja apapun disini. Coba lihat, Satu tahun ada 365 hari. Jam kerja dalam sehari 8 jam, itu berarti sepertiga hari, jadi dalam setahun ada 122 hari kerja. Kantor tutup pada hari Minggu, jadi berkurang 52 hari, tinggal 70 hari. Kemudian kau mendapat cuti dua minggu, jadi berkurang lagi 14 hari, tinggal 56 hari. Paling sedikit ada 4 hari libur dalam setahun, jadi tinggal 52 hari. Di kantor ini Sabtu juga libur. Nah, ada 52 hari Sabtu dalam setahun. Jadi sebenarnya kau tak pernah bekerja di perusahaan ini. Dan kini kau minta kenaikan gaji”

Karyawan: "????"

Baca pula:

Selasa, 14 Februari 2012

Perjumpaan dengan Perpisahan


        “Walau masih terlalu pagi, tapi hasrat ini sudah terlalu kuat untuk ku bendung untuk segera terjaga. Kuambil telepon genggamku dengan segera berharap ia mengingat spesialnya hari ini buatku. Tapi…ternyata hanya kecewa yang ku peroleh. Ia sama sekali tak mengirimkan pesan selamat untuk hari ini.”
Memori ini kembali memasuki ruang kenangannya. Hari ini tepat 4 tahun sudah sejak pertemuan itu. Pertemuan yang diawali dengan perpisahan. Sejak pertama kali bertemu, kami hampir-hampir tak pernah diberi ruang untuk bersama. Jarak dan waktu selalu datang untuk membentengi kami berdua. Walau begitu,saya tak pernah sedikitpun berpikir negative kepada Tuhan tentang takdir yang ia berikan padaku. Hal ini malah membuatku bersyukur, telah memisahkan kami lewat ruang dan waktunya (tapi bukan rasa ini). Karena dengan perpisahan itu, semakin membuat kuat rindu yang terasa dihati ini, semakin kuat mendorong raga ini untuk segera berada disisinya.
Aku hanya berbagi lewat pesan singkat setiap hari. Kami pun saling mengenal dengan itu. Hampir tak pernah kami bertemu sebelumnya. Tapi entah mengapa hati ini mengatakan bahwa ia memang “tulang rusukku” yang selama ini ku cari-cari.
Berjuta kisah telah kami lewati bersama (maksudnya lewat HP,hehehe….). Tawa dan air mata tak pernah lepas dari semua kisah kita (Semoga dapat menjadi pembimbing kami kelak).
Tanpa jarak maka tak ada rindu. Tanpa rindu maka tak akan ada cinta mendebu-debu. Dialah yang mengiringi setiap langkahku. Dia pula yang memotifasi dikala pesimis menggerogoti akalku. Walau tak disisi tapi…Hanya dia.Dia dan dia.
        Dia bukanlah yang sempurna untukku dan bukan pula yang selalu mengharapkanku. Tapi semua itu kuharap dapat terasa sama olehnya.
                                                                       
Untuknya (Initial D)

Baca pula:

Sabtu, 11 Februari 2012

tuhan Ke2

Di suatu masa, suatu tempat. Ketika semua sanak keluarga tertawa dengan riang, ia malah meneteskan air matanya. Namun itu bukanlah sesuatu yang menandakan kesedihan darinya. tetapi hal itu merupakan tanda kebahagiaan yang tiada terperikan. Sebuah rasa yang tak dapat lagi ia dapat bahasakan lewat bahasa bibir.
Dalam penanggalan masehi, hari itu tepat pada hari Rabu 22 April 1988 adalah hari yang begitu menegangkan dan mungkin akan menjadi hari yang paling bersejarah buat seorang perempuan cantik yang menanti kelahiran seorang bayi kecil nan lucu yang telah lama dikandungnya. Meski akan sangat menyakitkan buatnya, tapi ia sangat memberikan begitu besar harapan terhadap impiannya itu agar terlahir dengan normal seperti layaknya anak-anak yang lain. Setelah 9 bulan dikandungnya, tibalah saatnya untuk mengakhiri sebuah penantiannya itu.
Itulah perasaan seorang ibu yang baru saja melahirkan bayi impiannya. Hampir tak lagi ada yang dapat menutupi kebahagiaannya saat itu. Menghilangkan semua keletihan yang selama 9 bulan lamanya ia bebani.
Tak jauh berbeda keadaan yang dialami oleh sang suami tercinta, jantungnya berdebar bak gempa bumi yang melululantahkan Somalia pada tahun 2009 lalu. Ratusan korban jiwa berjatuhan disana, begitu juga dia yang ribuan urat sarafnya seakan mati kaku disegujur tubuhnya, membuat seorang pria yang tegap dan kuat itu dalam segejap tergulai lemas dalam kekhawatiran. Gelisah sangat nampak dalam raut wajahnya ketika ia berdiri di depan ruang bersalin sembari tak henti-henti lidahnya melafazkan sebuah ayat Tuhan dari “Q.S Al Imran 38”, yang dahulu doa yang sama pernah dibacakan oleh Nabi Zakaria AS dalam pengharapannya kepada Sang Maha Pencipta untuk seorang anak yang telah lama dinanti-nantinya.
Dia sangat khawatir dengan keadaan istri dan calon bayinya itu. Dua insan berbeda ini seolah kompak untuk merasakan hal yang sama.
Buah jiwa yang ditanam diladang hati kini telah tumbuh subur oleh pupuk cinta keduanya. Itulah “Aku”. Anak yang telah banyak meneteskan air mata ibunya, mengucurkan banyak keringat ayahnya. Dan seolah tanpa salah, hal itu pun hanya menjadi angin lalu buatnya. Namun mereka tak pernah sedikitpun memupuk rasa benci kepada anaknya. Hal ini yang membuatku yakin bahwa hubungan mereka berdua bukanlah hubungan asmara biasa, inilah cinta sejati. Cinta yang lahir tanpa mengharap balasan.
Sekarang mereka telah renta, keduanya telah ditinggal pergi anak-anaknya yang telah berkeluarga. Tapi itu pun tak membuatnya sedih, ia malah ikut merasakan kebahagiaan anak-anaknya, walau mungkin mereka tak lagi bersama.
Orangtua adalah unsur penting dalam lahirnya seorang anak. Dan karena jasanya itulah, seorang tokoh penting Islam (Muhammad) pernah berkata,”Jikalau ada makhluk yang pantas untuk disembah maka Ia adalah orangtuamu”. Argument ini bukanlah sebuah majas hiperbola. Ia adalah tangan Tuhan untuk melukis hasil karya itu.
Disisa umur ini, mungkin tak akan cukup untuk membayar semua jasa-jasanya itu, tapi semua itu tidaklah penting buat mereka. Mereka hanya butuh kita,butuh kamu. Karena kebahagiaanmu adalah kebahagiaannya. Jika cinta itu membutuhkan bukti maka buktikanlah cintamu itu kepadanya, sebelum mereka meninggalkan kita atau mungkin kita yang meninggalkan mereka. Cintanya telah melumuri semua tubuh ini maka sudah seharusnya jika kita memberikan setetes cinta kepadanya. Karena hal itu pun sudah cukup menyegarkan jiwanya, menyegarkan kembali cintanya. Cinta sang tuhan ke2 kepada makhluk mungilnya.

Baca pula:

Minggu, 01 Januari 2012

Hijrah

Hari yang indah. Rotasi waktu seakan tak terasa olehku. Itulah bahagia. Ia datang dari sini, didalam sini, dilubuk qalbi ini. Chemistry yang membuatnya bereaksi dengan cepat. menghasilkan sebuah senyawa misterius yang diberi nama CINTA.
Senyawa dapat memberikan efek yang begitu besar bagi yang merasakannya. Ia dapat memberikan energi untuk seorang yang lelah.membuat badan terasa segar walaupun seharian beraktifitas.membuat kantuk terasa jauh dalam pikiran meski mata itu telah redup dayanya. Aneh memang. Entah dari mana datangnya semua itu. Logikaku terasa berat untuk menganalisisnya.
Ini hanyalah keluh kesahku. Ocehan tak penting mungkin bagi kalian. Tapi bagiku, ini harusnya kuungkapkan sebagai rasa trimakasihku padax. Seluruh waktunya, perhatiannya, kasih sayangnya, semuannya diberikan kepadaku tanpa sedikitpun ada kebosanan ataupun kelelahan diwajahnya.meski kutahu sebenarnya menyimpan sebuah rahasia dibalik itu. Senyuman adalah topeng paling baik untuk menyembunyikan sebuah kesedihan. Ia memakai topeng itu dan akupun begitu.
Sedih rasanya akan berjarak jauh dgnnya esok. Saya seakan tak mau esok itu datang. walau malam ini semua penduduk dunia menantinya. Kehangatan, kedekatan,perhatian,ini semua yang membuatku seperti ini. Andai ia tak memberikan semua itu mugkin aku tak sperti ini.ia serasa memberiku beban, beban yang sangat berat untuk kupikul sendiri. Dan membuat kaki ini sangat sukar untuk diangkat pergi meninggalkannya. Dan aku tau, ia pun merasakan itu.
Ini bukanlah pengalaman yang pertama. Telah berapa kali aku berjarak (bukan berpisah) dengannya. Namun ini bukanlah sebuah nestapa, hanya sebuah ujian. ujian yang akan meningkatkan kelas cintaku padanya. Perpisahan ini tak ubahnya laksana buah simalakama.tak  pantas aku sesali tapi tak tega untuk dibanggakan. Walau ini hanyalah proses tapi akhirnya seakan telah terasa berat.
Ini hanyalah persoalan waktu. Itulah kata yg aku biasa tandaskan padanya.walau sebenarnya akupun tahu betapa berat waktu yang akan ia lewati. Karena Sayapun merasakan itu. Tak rela aku berjarak dengannya begitu jauh. tapi ini smua saya lakukan untuk masa depanku dan masa depannya. Saya ingin segera hidup bersama.jadi mau tdk mau akupun harus berhijrah mengejar impian itu.
Tahun baru, tempat baru, suasana baru. Tepat dipenanggalan pertama tahun 2012  saya berada ditempat  yang baru. Persis sama ketika Muhammad SAWW berhijrah ke Madinah dengan mengawali penanggalan hijriah.ini adalah tahunku, tahun perubahan. Dia (beliau) berhijrah bukan karena lari dari gempuran musuh, namun menantang musuh dengan gaya perjuangan yang berbeda. Sayapun begitu, saya bukannya lari dari persaingan kerja dikampung halaman ataupun berputus asa mencari nafkah ditanah sndr. tapi sy justru menantang persaingan kerja ditengah deruan ombak persaingan tenaga SDM asing.
Semoga niat ini dapat terjamah oleh Sang Sutradara Hidup. Biar aku dan dia bisa menikmati buah dari benih perjuanganku, dan dia. Amin….

Baca pula:
Jalan Cinta
Paripurna Cinta
Bimbang
Naga Persepsi
Keindahan Trinitas Cinta
Berandal Masuk Surga
Ayam Atau Bebek

Kamis, 29 Desember 2011

Jalan Cinta

Sebuah kisah sebuah cerita dalam sebuah perjalanan cinta. Awal kisah, di salah satu jalan di sudut kota, berjalanlah  si “Kagum” dengan indahnya. Dan ia pun terlihat oleh seorang pengemudi misterius disisi jalan yang berbeda. Si pengemudi mulai terkesima olehnya dan berniat untuk mengikuti langkah si “Kagum” kemanapun ia pergi. Tak terasa si pengemudi mulai terhipnotis oleh keindahan si “Kagum” dan ia pun kini telah berada di sebuah tempat yang bernama kota “Suka”.
Setibanya disana, ia tak lagi sadar akan keberadaannya. Dan mungkin juga ia memang tak peduli dimana ia berada. Langkah demi langkah ia lalui. Kini waktu membuatnya lelah dan tertinggal jauh oleh langkah si “Kagum”, sehingga ia pun berpikir untuk mendapatkan sebuah kendaraan disana. Tak lama berjalan, ia pun mendapatkan “sayang”, sebuah kendaraan tercepat di kota “Suka” ini. Dengan tunggangannya itu, ia pun dapat menyusul si “Kagum” sehingga dapat kembali kesisinya.
Sesekali si “cemburu” dan si “rindu” datang menghampirinya diperjalanan. Si cemburu datang kala si “Kagum” yang lain mengalihkan pandangannya. Sedang Si rindu datang saat jarak  yang cukup jauh  memisahkannya dengan si “Kagum”.
Kota “Suka” merupakan salah satu kota terindah dinegri ini. Pada suatu ketika, si “pengemudi” mulai teralihkan oleh keindahan itu. Dan si “Kagum” lenyap dipandangan mata. Setelah tersadar akan hal itu, ia kembali mengejarnya dan tibalah ia di sebuah persimpangan jalan. Tempat ini biasa dikenal juga dengan nama persimpangan “Hati”. Di sisi kanan jalan terdapat jalan ke kota “Cinta” dan di sebelah kiri terdapat jalan ke kota “Nafsu”. Kota ini memang berseberangan jalan namun dari tampaknya, kota ini sangatlah mirip atau mungkin juga sama. Hanya hakikatlah yang membedakan keduanya.
Jika engkau ingin ke kota “Cinta”, maka cobalah perhatikan rambu-rambu “Ilahi”. Karena itulah yang akan mengantarkan kalian kesana. Namun jika kau tak mengikuti itu, maka berhati-hatilah karena kau akan tersesat di kota “Nafsu”.
Di kota “”Nafsu”, udaranya sejuk dari pohon kebohongan. Gedung-gedungnya kokoh oleh beton keegoisan. Dan sungainya deras oleh arus kesesatan. Begitu pula di kota “Cinta”. Hampir tak ada yang berbeda disana. Udaranya juga sejuk namun itu datang dari empun ketulusan. Gedung-gedungnya juga kokoh tapi terbuat dari pondasi keimanan. Disana juga terdapat taman-taman indah, dipenuhi oleh bunga yang harumnya semerbak dan berasal dari  benih-benih kesucian. Namun disana tak ada sungai yang menghanyutkan. Yang ada hanyalah lautan kasih yang airnya memberikan kehausan dan terus meneguknya tanpa henti.
Tak ada yang dapat keluar dari kota “Cinta”, namun orang dapat lari dari kota “Nafsu” yang menipu. Tergantung seberapa besar usaha kalian untuk keluar dari sana. Tapi bagi yang sudah terlena oleh kehidupan disana maka ia pun tak akan pernah bisa keluar dari sana.
Inilah sebuah cerita dari perjalanan seorang pengemudi menuju ke kota cinta. Dimana nafsu selalu ada untuk menipu diseberang jalan. Perjalanan ini memang selalu datang oleh panggilan yang sama, yaitu “Kagum” namun tak semua orang berakhir di tujuan yang sama, yaitu kota “Cinta”. Bila kau merasa tersesat di kota “Nafsu”, maka segeralah sadar, berlari keluar Dan berpindahlah kau ke kota yang indah, kota yang abadi, kota surga, kota “Cinta”.
Semoga Bermanfaat
Wassalam…




Catatan Penulis:
“Cerita ini dikirimkan khusus untuk  para “pengemudi” yang belum memiliki SIM (Sudah ada Iman untuk Mencinta). Karena perjalanan ini sangatlah berbahaya dilakukan tanpa persyaratan tersebut”.


Baca pula:
Hijrah
Paripurna Cinta
Bimbang
Naga Persepsi
Keindahan Trinitas Cinta
Berandal Masuk Surga
Ayam Atau Bebek

Rabu, 14 Desember 2011

Paripurna Cinta

Sebuah cerita dari zaman yang bernama zaman khayal, tepatnya di sebuah negri anta berantah. Ini tentang kisah seorang pangeran yang dipenuhi oleh kemewahan dunia namun selalu gelisah didalam hatinya. Sebut saja ia Pangeran Ai. Dengan kebimbangannya itu, ia pun memutuskan untuk keluar dari istana megahnya. Dalam inginnnya itu, ia menyembunyikan sebuah bayang seorang hawa. Perempuan yang sosoknya masih menjadi misteri buat ia sendiri. Tak kenal wajah, juga tak kenal nama. Ia pun bagai mencari jarum dalam tumpukan jerami. Tapi satu yang pasti dari yang ia ketahui bahwa dialah yang akan menjadi penyempurna hidupnya selama ini.
Waktu bergulir tanpa bisa ia hentikan. Bak batu besar yang jatuh dari pegunungan dan menimpanya yang ada dibawah. Dan kini ia pun terhimpit oleh batu kegelisahan itu. Semakin lama hati itu semakin terluka oleh batu itu. Ia hanya bisa menjerit, dan tak orang yang bisa menolongnya, bahkan “tuhan”nya sekalipun. Mungkin inilah yang dikatakan “cinta buta”. Cinta yang tak dapat melihat kekasihnya,objek dari cintanya sendiri. Keletihannya tidak membuatnya pesimis, ia terus berjalan mencari “tulang rusuknya” yang telah hilang sejak ia dilahirkan ke dunia. Suatu ketika, “Sang Sutradara Hidup” pun menunjukkan mukjizatNya. Ia pun dipertemukan dengan seorang perempuan cantik nan ayu. Sebutlah ia Lyn. Dia mempunyai kelembuatan dalam hatinya, perhatian untuk keluarganya dan kepandaian dalam memasak. Tapi………..ia tertinggal jauh dalam hal ilmu pengetahuan. Tak tahu seni, tak tahu sains. Otaknya hanya dipenuhi oleh bumbu-bumbu masak dan berbagai pekerjaan rumah lainnya.
Namun Pangeran Ai belum melihat “Belang” sang pujaan hatinya itu. Dan juga ia telah terlanjur terpikat oleh paras Sang gadis. Maka ia pun memutuskan untuk segera meminangnya. Singkat cerita, kini sang pangeran telah kembali ke istananya dengan membawa sang istri. Dengan menyandang status yang berbeda, si Lyn kini bergelar “Princes”. Kehidupan pangeran Ai kini telah berubah dengan hadirnya seorang pendamping. Terkhusus buat persoalan logistik. Kini ia telah memiliki seorang “Koki” baru dengan resep makanan yang tak kalah dengan makanan-makanan pangeran sebelumnya. Ketika sang istri memasak, mencium bau masakannya saja sudah bisa membuat lidahnya bergoyang-goyang, dan air liur serasa telah kelebihan produksinya. Sungguh luar biasa masakan sang istri. Tapi………..”tak ada gading yang rapuh”,
Sang pangeran pun sudah merasakan  ke”Tak Sempurna”an kekasihnya. Tiap kali ia berdialog/berdiskusi dengan istrinya, dia hanya terdiam dan tak mengerti dengan perkataan suaminya. Begitu juga ketika sang pangeran mulai merayunya dengan puisi yang romantic atau dengan nyayian yang syahdu, si istri malah pergi meninggalkannya dan melanjutkan pekerjaan rumahnya. Kecerdasan sang pangeran dalam bidang seni dan sains membuat sang istri bagai manusia terbodoh didunia. Namun cinta bukanlah makanan, yang bila manisnya telah habis maka sepahnya pun dibuang. Pangeran pun kini penuh asa untuk mengajari istrinya, memperkenalkan seni dan sains kepadanya. Tapi………..usahanya itu hanya bagaikan menabur garam di air laut. Semuanya sia-sia. Memang seperti itulah fitrah sang istri.
……^^^^^……
Hari telah mencapai garis minggu. Minggu pun berjalan mencapai bulan. Dan kini bulan telah berada didepan pintu tahun. Getir sang pangeran tak terobati lagi. Kesempurnaan yang menjadi mimpi, kini telah sirna dimakan waktu. Dengan tega, ia pun meninggalkan sang istri bersama istananya.
Pelupuk mata dibanjiri air penyesalan. Meski “rasa” itu masih ada, namun ia memilih untuk memupuk “ego” didalam hatinya. Pergi meninggalkan sang kekasih, yang dulu telah menjadi obat penawar gelisahnya. Kini ia sendiri, berjalan tertatih dalam langkah yang letih. Sepi…..
Dalam angan sang pangeran, ia membayangkan seorang gadis yang cantik seperti istrinya juga cerdas seperti dirinya. Inilah bentuk ilusi sang pangeran yang mengingikan seorang perempuan yang sempurna dalam raga juga sempurna dalam ilmu. Ia seakan tidak sadar bahwa “No Bodies Perfect”, tak ada manusia yang sempurna. Karena inginnya itu, berbagai tempat pun ia telusuri. Pernah ia menemui seorang yang cerdas namun matanya buta semenjak ia lahir. Sekali waktu ia bertemu dengan seorang yang cantik namun kepribadiannya tak jauh berbeda dengan istrinya. Ia pun lelah. Suatu malam dalam tidunya, ia bermimpi bertemu dengan seorang gadis yang sangat cantik. Dia penuh kewibawaan. Cerdas dalam sains begitu juga denga seni. Ia pandai bermain biola juga mempunyai suara yang merdu dalam bernyanyi. Wanita itu begitu mengagumkan buatnya hingga-hingga ia pun terbangun. Ketika matanya telah terbuka, ia masih mencari wajah itu, wajah yang ada dalam mimpinya tadi. Dengan semangat yang semakin membara, kini yang berjalan kembali mencari kesempurnaan itu.
……^^^^^……
Tibalah ia di sebuah kerajaan yang sangat maju. Bahkan ia sendiri merasa awam dengan teknologi yang ada ditempat itu. Bukan hanya itu, tempat ini pula dipenuhi oleh para penyair hebat. Hampir disetiap ruas jalan sang penyair mendendangkan syair-syairnya. Dan sekelompok orang mulai mengerumuni sang penyair. Dalam keramaian kota, ia termenung dengan kagum akan pemandangan itu. “Inikah masa depan, dan disinikah akan kudapatkan kesempurnaanku itu?”, tanyanya dalam hati.
Dalam diamnya, tiba-tiba sesosok makhluk terlintas didepannya. Tatapan matanya tajam dan sesaat meninggalkannya. Sang pangeran kini dipenuhi tanya, “siapa gerangan dirinya?”.
Ternyata perempuan yang ia lihat tadi adalah seorang ratu dari kerajaan ini. Ia bernama Ratu Rhyn. Pesona sang Ratu sudah membuat banyak Raja dari berbagai kerajaan datang melamarnya, namun belum ada satu pun yang berhasil memikat hatinya. Walhasil, pangeran Ai pun tak mau ketinggalan untuk menguji peruntungannya. Ia pun datang ke istana untuk melamar sang Ratu. Sekali lagi, “Sang Sutradara Hidup” pun menunjukkan mukjizatNya. Sang Ratu terpikat dengan ketampanan dan kecerdasan sang pangeran. Tanpa banyak menunda, mereka pun bersepakat untuk segera menikah.
……^^^^^……
Seiring rotasi dan revolusi bumi, hidup Ai kini kembali bahagia. Ia kembali hidup mewah dengan istananya yang baru. Kemakmuran dan kemajuan negri ini, membuatnya lupa akan negrinya sendiri, begitu juga dengan istrinya Princes Lyn. Akalnya telah terisi oleh kenangan-kenangan yang baru yang mengubur dalam-dalam sejarahnya yang dulu.
Tapi……….. Tak butuh waktu lama untuk membuat roda itu berputar. 2 tahun dalam kejenuhan membuat Ratu Rhyn merasa seolah-olah menjadi seorang Raja. Pangeran yang telah mempersuntingnya malah menjadi Ratu dalam kerajaannya. Ketika sunyi dalam hening, Rhyn lah yang mengisinya dengan seruan suara biolanya yang lembut. Ketika ramai dalam berdebat, Rhyn lah yang menjadi penengah dengan keputusannya yang bijak. Karena keadaan itulah, dia pun mencari sesosok suami yang sebenarnya, yang diimpikannya selama ini, yang bisa menggantikan peranan yang selama ini ia sandang. Karena ia kini telah lelah. Ia pun ingin merasakan nikmatnya dilindungi, dikasihi, dan dipimpin layaknya kerajaan yang selama ini ia pimpin.
Waktu 2 tahun ternyata bukanlah waktu yang singkat buatnya terus bersabar, menanti sang kekasih menjadi yang ia inginkankan. Kekecewaan itu sudah bagaikan magma yang telah lama terkubur dalam perut bumi. Yang mungkin panasnya sekarang tak terbendung lagi. Dan sebentar lagi akan memuntahkannya keluar. Menghancurkan segala apa yang ada disekitarnya. Tak memandang apa dan siapa dia.
Dalam waktu yang bersamaan, kerajaan Rhyn pun berada dalam keadaan genting. Terdengar berita burung bahwa Seorang Raja dari negri seberang tengah menuju negrinya untuk menduduki kerajaannya. Ditambah lagi bahwa Sang Raja yang memimpin pasukannya itu adalah seorang yang sangat kejam, perkasa dan belum pernah terkalahkan sekalipun dalam peperangan. Ia adalah Raja Igor.
……^^^^^……
Ketika pagi baru saja menampakkan wajahnya, serangan dari musuh pun datang dari 4 penjuru angin. Dan tanpa perlawanan yang berarti, kerajaan Rhyn itu pun jatuh ke tangan Raja Igor. Dalam peperangan yang berlangsung, Pangeran Ai, terluka parah dan ia dibawa lari oleh anak buahnya untuk bersembunyi ke tempat yang jauh. Sedang Ratu Rhyn yang setia dengan masayarakatnya, rela ditawan oleh pihak musuh. Ketika dalam tawanan, mendapat perlakuan yang sama dengan tawanan yang lain. Karena wajahnya tak dikenali oleh pihak musuh, begitu juga Raja Igor.
Sudah 3 hari pangeran Ai belum sadar. Dan keadaannya semakin hari semakin bertambah parah. Anak buahnya pun memutuskan untuk membawanya ke sebuah kerajaan yang terkenal dengan obat-obatannya. Setibanya disana, sang pangeran pun dibawa ke seorang tabib terkenal di negri itu. Tak dinyana, tabib itu adalah istrinya sendiri, Putri Lyn. Alangkah kaget sang putrid ketika melihat keadaan suaminya. Rasa rindu bercampur sedih membuatnya menangis sejadi-jadinya. Dengan heran, para anak buah sang pangeran pun bingung melihat respon sang “Tabib”. Untuk membayar rasa penasarannya, salah seorang dari meraka pun memberanikan diri untuk bertanya, “ada apakah gerangan beliau menangis?”, “apakah anda mengenal pangeran kami?”. Rentetan pertanyaan itu membuat Lyn terdiam. Semuannya pun menjadi sepi sesaat. Dengan menghela napasnya, Ia menjawab dengan tegas,”IA ADALAH SUAMIKU….!!!!”. Mendengar itu, mereka pun tersentak kaget. Ternyata suami dari Ratu yang ia kagumi itu telah beristri.
……^^^^^……
Di tempat yang berbeda, Raja Igor menginstropeksi satu per satu tawanannya untuk mengetahui keberadaan sang Ratu. Namun hasilnya nihil, semua masih sangat setia pada Ratunya. Ketika hampir semua tawanan sudah ditanyai, kini tiba giliran sang Ratu. Pintu terbuka perlahan. 2 orang berada disisi kiri kanannya memasuki ruangan itu. Didalam ruangan itu, telah duduk seorang yang berbadan tegap, berperingai tegas dan berwajah tampan. Ia adalah Raja Igor. Saat Rhyn berada didepannya, matanya pun meraba setiap sudut wajah sang Raja. Dan ternyata ia pun terkagum-kagum dengan sosok itu. Dengan menyembunyikan perasaannya itu, Raja Igor juga merasakan hal yang sama.
Tanpa rasa curiga sedikit pun, Raja Igor mulai menanyai Rhyn dengan tetap menjaga wibawanya sebagai seorang raja. Hal ini bukannya membuat Rhyn merasa takut, ini malah menjadi zat indicator yang membuat rasa kagumnya itu semakin cepat bereaksi. Tak berlangsung lama, Rhyn pun disuruh keluar dari ruangan itu. Dan tentunya Raja Igor belum mendapatkan informasi yang ia cari. Padahal sebelumnya, ia telah bertatap muka dengan orang yang ia cari.
Dalam ruang yang gelap dan sepi itu, angan sang raja pun melayang. Wajah cantik Rhyn ternyata masih terbayang-bayang dikhayalnya. Inilah pertama kali, sang raja merasakan perasaan itu. Membuatnya tak tenang, gelisah tak menentu.
……^^^^^……
Inilah dahsyatnya C.I.N.T.A. Membuat buta bagi yang melihatnya, membuat hancur bagi yang membangunnya, menga”ada”kan yang tiada dan meni”ada”kan yang ada. Bisa menjadi racun buat yang meminumnya dan menjadi wangi buat yang menghirupnya. Sang raja kini menjadi gila oleh bius asmara yang telah menggerogoti rasanya. Ion-ion cinta sedikit demi sedikit tengah memenuhi raga hingga ia pun akan sesak karenanya. Tak mampu untuk bernafas, tak sanggup untuk makan dan tak tenang untuk tertidur.
Virus itu telah mengambil alih fungsi akalnya. Dimatanya hanya ada satu makhluk didunia ini, ialah Rhyn. Paras rupanya memang tak dapat menahan seorang putra adam untuk memberi kagum padanya. Matanya hitam bersinar bak rembulan yang memberi cahaya dimalam gelap. Senyum manisnya mengalahkan manisnya madu membuat Ratu Tawon pun cemburu kepadanya.
……^^^^^……
Tak jauh berbeda dengan rasa yang dimiliki oleh Sang Ratu. Kewibawaan dan keperkasaan Raja Igor membuatnya luluh lantah. Terhembas bagaikan kertas yang tertiup topan asmara. Tubuh yang kekar dan tegapnya bak Puncak Cartenz yang tertancap kokoh di bumi Cenderawasih. 2 hati yang tengah terikat 1 rasa yang sama ini berbanding terbalik dengan status yang ia miliki saat ini. Yaitu ia hanyalah seorang tawanan musuh, musuh yang menjadi dambaan hatinya. Begitu pula dengan Igor. Ia adalah seorang penjajah yang telah menawan dambaan hatinya sendiri.
……^^^^^……
            Setelah beberapa hari tak sadarkan diri. Pangeran Ai pun siuman. Walau belum tahu siapa yang telah merawatnya selama ini, entah mengapa ingatnya langsung mengantarkan dia pada istrinya, Lyn. Bertahun-tahun sudah ia telah meninggalkannya tapi tetap saja ia masihlah suaminya. Meski rasa itu pernah tertimbun oleh rasa yang lain, namun ia masih bisa menggalinya dan mengangkatnya kembali kepermukaan hati.
            “Dimana saya?”, Tanya pangeran Ai.
            Semua menjawab bersamaan,”kita berada di negri anta berantah”.
Wajah letih itu pun bertambah masam. Merasa terluka sengsam masa lalu yang mengikatnya. Air matanya pun mengalir deras. Membasahi seluruh pembaringannya. Dalam isaknya, ia pun meminta sang pengawal untuk membawanya ke istana.
“Ke Istana?,buat kita ke istana?”, hela mereka serempak.
Dengan ragu, ia pun menjawab,“Saya lah Raja di negri ini”.
Mereka pun tak dapat bicara lagi. Tapi dalam hatinya merasa heran dengan situasi yang mereka alami. Terlebih jika mereka mengingat tabib yang mengobati tuannya itu, pikiran mereka bertambah bingung lagi. Tuan mereka adalah suami dari Ratu mereka. Tapi sekarang yang tahu bahwa, tuannya adalah seorang Raja di negri ini tapi anehnya istrinya adalah seorang tabib yang miskin.
……^^^^^……
Sesampainya di istana, para pengawal pun segera mengangkat sang pangeran ke kamarnya. Dalam igauan sang pangeran, ia terus menyebut-nyebut nama Putri Lyn. Setelah mendengar itu, segera sang pengawal pun berkesimpulan untuk menghadirkan sang istri ke istana.
……^^^^^……
Ketukan pintu terdengar dari luar. Dan menyusul suara yang ia kenal memanggil-manggil namanya, “ Putri Lyn…Putri Lyn…!!!”. Setelah menuju ke sumber suara ternyata ia melihat sang pengawal setia pangeran sudah berdiri di depan pintu rumanhya. Tanpa sempat membuat Putri Lyn bicara, sang pengawal langsung mengajak Putri Lyn ke Istana. “Putri…Pangeran Ai telah kembali ke Istana tapi keadaan beliau tidaklah baik. Saya berharap Putri bisa mengerti situasi ini”. Mohon sang pengawal kepada Putri Lyn.
“Tak perlu memohon. Dia adalah suamiku. Dan masa lalu tak pernah lagi terlintas dipikiranku”. Lanjut putri Lyn,”Mari segera antarkan aku ke istana”.
……^^^^^……
            Setelah melihat keadaan suaminya, Putri Lyn tidaklah begitu kaget karena ini bukanlah yang pertama kalinya. Meski para pengawal itu belum ada yang tahu bahwa Putri Lyn lah yang telah mengobati dan merawat pangeran Ai selama beberapa hari ini.
Selama menjaga pangeran Ai, Lyn tak banyak waktu meninggalkan kekasihnya itu. Kekasih yang telah meninggalkannya. Ia setia terbaring disisi pangeran Ai seakan ingin membayar hutang rindunya. Cinta yang dimiliki oleh putri Lyn memang bukanlah cinta yang diukir dipesisir pantai, yang jika sebuah ombak datang menghempas maka hilanglah cinta itu tanpa bekas sedikit pun. Tapi cinta itu, adalah cinta yang terukir diatas batu hati. Dimana jarak dan waktu telah membuat rindu semakin mengukirkan batu itu semakin hari semakin dalam. Cinta itu bukannya hilang malah semakin dalam rasanya. Ia memanglah bukan seorang sang cerdas dalam sains bukan pula seorang pujangga seni. Ia hanyalah seorang perempuan miskin dan bodoh yang hanya punya cinta dan perhatian buat kekasihnya.
……^^^^^……
Ketika pertama ia membuka matanya, persepsinya kini telah mengaktual. Sang kekasih terbuang telah membuktikan kesetiannya. Pangeran Ai pun tak sanggup menahan harunya. Dan senyawa oksigen cair pun mengalir deras dari hulu matanya menuju hilir pipinya. Putri Lyn segera menghapus kesedihan itu dengan ciuman kasih sayang. Inilah cerita “Sang Sutradara Hidup”. Tak dapat terjamah oleh akal manusia. Dan dengan kebodohannya itu, ia pun berspekulasi dengan berkata,”Inilah Takdir”.
Pangeran Ai dan putri Lyn kembali hidup bahagia. Bahkan lebih dekat dari hubungannya sebelumnya. Istana yang telah menawarkan banyak kemewahan kini menjelama menjadi surga. Surga dunia yang sejuk. Yang mengadung banyak embun-embun cinta.
Yach…itulah manusia. Selalu ingin diuji dahulu sebelum tahu persisi kebenarannya. Ada yang lari dariNya setelah ujian itu tapi ada pula yang semakin dekat denganNya. Itulah UN (UjianNya) hidup.
……^^^^^……
“Betapa indahnya dunia ketika kita sedang mencinta. Yang lesu disegarkan, yang lapar dikenyangkan, yang lelah dikuatkan, yang sedih dihiburkan, yang bimbang diteguhkan. Akan tetapi, bukankah karena cinta pula kita gelisah, takut, cemburu, nekad, kecewa, patah hati, berduka dan berbunuhan? Manakah cinta yang sejati? Bagaimana kita bisa mencintai dan dicintai?”.
Raja igor telah terjatuh dalam jurang cinta. Dan dia pun gelisah, takut, cemburu, nekad, kecewa, patah hati, berduka dan berbunuhan. Dengan rela ia membuang kesegaran, kekeyangan, kekuatan, keteguhan dan hiburan itu. Meski telah terjatuh sangat dalam, ia memilih untuk mendaki dan keluar dari lubang itu. Karena keegoannya, lubang yang sebenarnya adalah surga dunia, dia anggap sebuah neraka kegelapan.  Dan karena kebengisan kekuasaan yang selalu ia rawat, ia malah membunuh sang kekasih segenap pengikut setianya. Setelah mendapat informasi tentang sang Ratu, ia malah membalik cinta menjadi benci. Lalu Manakah cinta yang sejati itu? Dia adalah dihati setiap yang bernyawa. Namun dihati itu ada berbagai macam rasa. Ada ego, iri, benci, kasih dan cinta. Jika engkau memilih ego, iri dan benci maka kasih dan cinta akan tertawan olehnya. Jika engkau memilih kasih dan cinta maka ego, iri, dan benci akan tertawan olehnya. Lalu Bagaimana kita bisa mencintai dan dicintai?
Cinta bagaikan air. Sejuk, cair, dan menghayutkan. Jadi jika rasa itu telah hinggap dihatimu, biarkan dia mengalir sebagaimana air. Karena air yang mengalir tak dapat terhentikan. Tak dapat terbendungkan. Jika ada yang mencoba membendung air yang mengalir maka tunggulah ia akan runtuh oleh energinya. Air hanya bisa dialirkan dan diarahkan kemana kita menginginkan. Bukan untuk dibendung atau dimusnahkan. Karena segenap manusia membutuhkan cinta sebagaimana ia membutuhkan air. Untuk menghilangkan dahaganya atau menyuburkan tanahnya.
Inilah paripurna Cinta. Tak ada yang sempurna bagi yang memilikinya. 
Tapi sempurna jika termiliki olehnya.