Sabtu, 14 Januari 2012

PROPOSAL PENELITIAN

PENGARUH STATUS SOSIAL TERHADAP PERILAKU BERSIH MASYARAKAT PESISIR PANTAI DI KOTA PAREPARE
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
”Kebersihan adalah sebagian dari Iman”, pesan tersebut merupakan sebuah pesan keagamaan tentang pentingnya hidup bersih. Walau mungkin maksud kata ”bersih” diatas bukan hanya dalam hal lahiriah saja tapi juga batiniah. Namun jika agama saja begitu paham betul akan pentingnya kebersihan, ini berarti bahwa manusia memang sudah selayaknya untuk melakukan itu. Dalam sebuah tatanan sosial, kebersihan merupakan salah satu faktor penting yang mendorong kemajuan aktifitas dan kreatifitas individu untuk mencapai kesejahteraan yang didampakan semua lapisan masyarakat. Ada banyak inheren yang bisa menjadi faktor penghubungnya. Umpamakanlah kebersihan itu kita sangkutkan dengan masalah kesehatan, maka akan timbul reaksi yang kuat antara keduanya. Jikalau kita hidup bersih maka pasti kita akan hidup sehat dan begitu juga sebaliknya. Jikalau kita tidak melakukan pola hidup bersih maka secara tidak langsung hal itu akan berpengaruh terhadap kesehatan kita.
Sudah menjadi fenomena yang lazim di negara kita ini bahwa kebersihan merupakan hal yang sangat langka kita dapatkan. Sungguh mencengangkan memang, ditengah kemajuan teknologi dan informasi, kita malah mengalami kemerosotan nilai dalam berperilaku. Banyak hal yang menjadi faktor terjadinya fenomena ini. Sebutlah diantaranya adalah faktor pendidikan, status sosial, keagamaan, atau mungkin kondisi psikologi masyarakat kita yang memang terlahir sebagai ”Manusia Jorok”.
Masalah ini tidak jauh berbeda dengan kondisi yang kita dapati di kota Parepare. Meskipun kota ini telah berapa kali menyabet gelar ”Kota Bersih” dalam pagelaran Adipura, namun hal itu seakan belum menyentuh akar permasalahan yang ada. Ini disebabkan karena belum ada tindakan proventif pemerintah dalam hal ini Pemkot Parepare untuk menulusuri akar persoalan yang sebenarnya.
Terkhusus untuk wilayah disekitar pesisir pantai kota Parepare, ada fenomena yang mesti menjadi perhatian lebih buat pemerintah kita. Yaitu kebiasaan warga membuang sampah dan hajatnya di laut. Dari kejadian tersebut pula, lahirlah istilah ”WC Cemplung” yang sering kita dengar. Hal ini tidaklah bisa dianggap sebelah mata. Karena efek yang ditimbulkan dari kejadian tersebut mempunyai cakupan wilayah yang luas dan juga efek durasi waktu yang cukup lama.
Jadi berdasarkan landasan fakta tersebut di atas, maka dalam penelitian ini kami mencoba untuk menulusuri lebih spesifik tentang hal-hal yang mendasari terjadinya fenomena tersebut.

1.2  Perumusan Masalah
Jika melihat wilayah pantai di kota Parepare, ini merupakan wilayah yang cukup luas. Namun begitu Pemkot Parepare tetap dapat memberikan informasi berupa iklan melalui media cetak dan radio ataupun pengumuman-pengumuman tentang pentingnya menjaga kebersihan melalui mesjid-mesjid setempat. Bahkan Dinas Kebersihan Kota telah rutin untuk mengangkut sampah-sampah yang ada di wilayah ini. Tapi tetap saja masih banyak warga yang lebih memilih untuk membuang sampah-sampahnya di bibir pantai ataupun disaluran air (got). Mengapa hal ini masih saja terjadi? Dan faktor apa yang menjadi hal utama yang mendasari kejadian tersebut?

1.3  Tujuan Penelitian
Penelitian ini diharapkan bisa mengetahui hubungan antara pola hidup bersih masyarakat terhadap status sosial masyarakat itu sendiri.

1.4  Manfaat Penelitian
Penelitian ini membahas tentang kebersihan lingkungan terkhusus hubungannya terhadap status social masyarakat di wilayah pesisir pantai. Jadi penelitian ini bermanfaat untuk menambah khasanah pengetahuan ilmu kesehatan masyarakat di bidang kebersihan lingkungan khususnya di wilayah pesisir pantai.

1 komentar:

  1. jika berminat dgn proposal diatas,silahkan sms email anda ke no 085299102809. kami akan mengirimkan file aslinya.

    BalasHapus

Tinggalkan komentarnya dong...